Jumat, 10 Juni 2011

tanda-tanda bagi orang yang berakal

0 komentar

Suatu malam Rasulullah SAW meminta izin kepada istrinya, Aisyah, untuk shalat malam. Dalam shalatnya, beliau menangis. Air matanya mengalir deras. Beliau terus beribadah hingga sahabat Bilal mengumandangkan azan Subuh. Beliau masih menangis saat Bilal datang menemuinya. ''Mengapa Tuan menangis?'' tanya Bilal. ''Bukankah Allah telah mengampuni dosa-dosa Tuan baik yang lalu maupun yang akan datang?''

Nabi menjawab, ''Bagaimana aku tidak menangis, telah diturunkan kepadaku malam tadi ayat ini, 'Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi dan silih bergantinya malam dan siang ada tanda-tanda bagi orang yang berakal. Yaitu orang-orang yang mengingat Allah dalam keadaan berdiri atau duduk atau berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi seraya berkata: Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia. Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka'.'' (Ali 'Imran: 190-191).

Selanjutnya Rasullullah berkata:
"Alangkah rugi dan celakanya orang-orang yang membaca ini dan tidak memikir dan merenungkan kandungan artinya"

Alam semesta, menunjuk kepada dua ayat di atas, adalah ayat, yaitu tanda atau rambu bagi sujud dan kuasa Allah. Sebagai ayat, alam semesta ini harus dibaca dan dipelajari hingga menimbulkan iman dan kekaguman (khasy-yah) yang makin besar kepada al-Khaliq. Nabi pernah memberikan arahan agar manusia tidak memikirkan Zat Allah, tetapi cukup merenungkan alam ciptaan-Nya. Kata beliau, ''Pikirkanlah ciptaan Allah, dan jangan memikirkan Zat Allah.''

Jadi, ayat-ayat Allah itu ada dua macam. Pertama, ayat-ayat berupa Kitab Suci (
qauliyah). Kedua, ayat-ayat berupa alam semesta sebagai ciptaan Allah (kauniyah). Menurut filsuf Muslim, Ibn Rusyd, alam semesta justru merupakan ayat-ayat Allah yang pertama. Dikatakan demikian, karena sebelum Allah SWT menurunkan Kitab Taurat, Injil, dan Alquran, Allah telah menciptakan alam jagat raya ini. Karena alam adalah ayat, maka sebagaimana sepotong firman adalah ayat, maka sejengkal alam juga ayat.

Sebagai ayat, alam ini selalu bergerak memenuhi tujuan penciptaan. Karena itu, penelitian terhadap alam diduga kuat dapat mengantar manusia menemukan dan meyakini wujud Allah dan kuasa-Nya. Sebagai ayat, alam ini juga mengandung hukum-hukum Allah yang dalam terminologi Alquran dinamakan takdir dan sunatullah.


Takdir merupakan hukum-hukum Allah yang diberlakukan pada alam fisik (makrokosmos), sedangkan sunatullah merupakan hukum-hukum Allah untuk alam sosial (mikrokosmos). Sebagai hukum-hukum Allah, keduanya, takdir maupun sunatullah, mengandung kepastian dan determinasi. Manusia, karenanya, tidak mungkin dan tidak dapat melawannya.


Manusia, tidak bisa tidak, harus meneliti dan mempelajari alam dan fenomena alam agar mengenali hukum-hukum Allah yang terkandung di dalamnya. Pengenalan terhadap hukum-hukum Allah itu, dengan sendirinya, akan mendatangkan kemudahan dan kemaslahatan bagi kehidupan manusia di muka bumi. Alam semesta dengan begitu benar-benar menjadi rahmat dan nikmat, bukan menjadi laknat dan petaka bagi umat manusia. Wallahu a'lam.

AL-MA'TSURAT

0 komentar
  1. Surat Al Faatihah.
  2. Dari Abi Said Rafi' bin Al Mu'alla ra. berkata:
    Rasulullah saw. berkata kepadaku, "Mahukah aku ajarkan
    kepadamu surat yang paling agung dalam Al Qur'an, sebelum kamu
    keluar dari masjid?" Lalu beliau memegang tanganku, dan ketika
    kami hendak keluar aku bertanya, "Ya Rasulullah, engkau berkata
    bahwa engkau akan mengajarkanku surat yang palin agung dalam
    Al Qur'an?" beliau menjawab, "Alhamdulillahirabbil'alamiin
    (Al Faatihah), ia adalah tujuh ayat yang dibaca pada setiap
    shalat, ia adalah Al Qur'an yang agung yang diberikan kepadaku."
    (Diriwayatkan oleh Bukhari)
  3. Surat Al Faatihah dan beberapa ayat terakhir surat Al Baqarah.

    Dari Ibnu Abbas ra. berkata:

    Ketika Jibril a.s. sedang duduk di sisi Nabi saw. baginda
    mendengar suara dari atas, lalu beliau mendongakkan kepala dan
    bersabda, "Ini adalah pintu langit yang dibuka pada hari ini
    dan yang dibuka pada hari ini dan tidak pernah dibuka kecuali
    hari ini." Lalu turun malaikat dari pintu tersebut, kemudian
    beliau bersabda, "Ini adalah malaikat yang turun ke bumi dan
    dia tidak pernah turun kecuali hari ini." Lalu dia (malaikat)
    memberi salam seraya berkata, "Aku membawa berita gembira
    dengan dua cahaya yang diturunkan kepada engkau dan tidak
    pernah diberikan kepada nabi sebelummu, yaitu: Surat Al Faatihah
    dan beberapa ayat terakhir Surat Al Baqarah, tidaklah kamu
    membaca satu huruf daripadanya kecuali kamu medapat karunia."
    (Diriwayatkan oleh Muslim)
  4. Surat Al Baqarah.

    Dari Abi Hurairah ra. bahwa Rasulullah saw. bersabda, "Janganlah
    kau jadikan rumah-rumahmu seperti kuburan, sesungguhnya setan
    akan lari dari rumah yang di dalamnya dibaca surat Al Baqarah."
    (Diriwayatkan oleh Muslim)
  5. Ayat Kursi.

    Dari Ubai bin Ka'ab ra. berkata: Rasulullah saw. bersabda,
    "Wahai Abu Munzir, tahukah engkau ayat manakah dalam
    Al Qur'an yang paling agung menurutmu?" Aku menjawab,
    "Allahu laailaaha illa huwalhayyul qoyyuum (ayat kursi)",
    Lalu beliau menepuk dadaku dan bersabda, "Semoga Allah memudahkan
    ilmu bagimu wahai Abu Munzir."
    (Diriwayatkan oleh Muslim)
  6. Dua ayat terakhir surat Al Baqarah.

    Dari Abi Mas'ud Al Badri ra. dari Rasulullah saw. beliau
    bersabda, "Barangsiapa membaca dua ayat terakhir surat
    Al Baqarah pada waktu malam niscaya ia akan mencukupinya."
    (Diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim)
  7. Al Baqarah dan Ali 'Imran.

    Dari Abi Umamah Al Bahili berkata: Aku mendengar Rasulullah saw.

    bersabda, "Bacalah Al Qur'an karena di hari kiamat kelak ia
    akan memberikan syafaat bagi pembacanya, bacalah zahrawaen,
    yaitu: surat Al Baqarah dan surat Ali 'Imran. Sesungguhnya
    pada hari kiamat nanti keduanya akan datang bagaikan dua awan
    atau dua kawanan burung yang berbaris yang siap membantu
    orang-orang yang pernah membacanya. Dan bacalah surah
    Al Baqarah kerana membacanya adalah suatu barakah dan
    meninggalkannya adalah suatu kerugian. Dan tukang sihir tak
    akan sanggup menghasilkannya."
    (Diriwayatkan oleh Muslim)
  8. Sepuluh ayat dari surat Al Kahfi.

    Dari Abi Darda' ra. bahwa Rasulullah saw. bersabda, "Barang
    siapa menghafal sepuluh ayat pertama dari surat Al Kahfi,
    maka akan terjaga dari dajal."
    Dalam riwayat yang lain: "...sepuluh ayat terakhir..."
    (Diriwayatkan oleh Muslim)
  9. Membaca surat Al Kahfi pada hari Jum'at.

    Dari Abi Said Al Khudri ra. berkata, bahwa Rasulullah saw.
    bersabda, "Barang siapa membaca surat Al Kahfi pada hari
    Jum'at akan diterangi cahaya antara dua Jum'at."
    (Diriwayatkan oleh Hakim dan Baihaqi, Hadis di atas sahih)
  10. Surat Tabaarak (Al Mulk).

    Dari Ibnu Mas'ud ra. berkata: Rasulullah saw. bersabda, "Surat
    Tabarak (Al Mulk) adalah penjaga dari azab kubur."
    (Diriwayatkan oleh Hakim dan Abu Na'im, Hadis di atas sahih)
  11. Surat At-Takwiir, Al Infithaar dan Al Insyiqaaq.

    Dari Ibnu Umar ra. berkata: Rasulullah saw. bersabda,

    "Barangsiapa yang suka untuk melihat aku di hari kiamat dengan
    sebenar-benar penglihatan, maka bacalah surat At-Takwiir,
    Al Infithaar dan Al insyiqaq."
    (Diriwayatkan oleh Ahmad, Tirmizi dan Hakim)
  12. Surat Al Ikhlash.

    Dari Abi Said Al Khudri ra. bahawa Rasulullah saw. bersabda
    tentang Qul Huwallahu ahad; "Demi Allah --Yang diriku berada
    di dalam genggaman-Nya--, sesungguhnya ia (Al Ikhlash) menyamai
    sepertiga Al Qur'an." Pada riwayat lain Rasulullah saw.
    bersabda kepada para sahabatnya, "Adakah di antara kamu yang
    tidak sanggup membaca sepertiga Al Qur'an dalam satu malam?"
    Hal ini memang berat bagi mereka, lalu mereka bertanya, "Siapakah
    di antara kami yang mampu ya... Rasulullah?" Beliau bersabda,
    "Qul Huwallahu ahad Allahush-Shamad, adalah sepertiga Al Qur'an."
    (Diriwayatkan oleh Bukhari)
  13. Membaca sepuluh kali surat Al Ikhlash.

    Dari Mu'az bin Anas ra. Rasulullah saw. bersabda, "Barangsiapa

    membaca Qul huwallahu ahad sebanyak sepuluh kali niscaya Allah
    akan membangun rumah baginya di surga."
    (Diriwayatkan oleh Ahmad)
  14. Surat Al Falaq dan An-Naas.

    Dari 'Uqbah bin 'Amir ra. bahwa Rasulullah saw. bersabda,

    Adakah kau lihat ayat-ayat yang diturunkan pada malam ini dan
    selainnya tidak dapat dilihat sepertinya?, dialah: Qul a'udzu
    birabbil falaq' dan 'Qul a'udzu birabbin-naas."
    (Diriwayatkan oleh Muslim) 
    Al-Muawwizaatain
  15. Surat Al Ikhlash, Al Falaq dan An-Naas.

    Dari Aisyah ra. bahwa Rasulullah saw. apabila akan berangkat

    tidur tiap-tiap malam beliau mengumpulkan kedua telapak
    tangannya kemudian meniupkannya seraya membaca surat Al Ikhlash,
    Al Falaq dan An-Naas. Kemudian beliau mengusapkannya ke seluruh
    tubuhnya (sebatas yang bisa) dimulai dari kepala lalu muka
    kemudian bagian depan dari badan. Beliau melakukannya sebanyak
    tiga kali.
    (Diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim)
  16. Membaca surat Al Ikhlash, Al Falaq dan An-Naas ketika sakit.

    Abdullah bin Yusuf bercerita kepada kami, Malik bercerita

    kepada kami dari Ibnu Syihab, dari 'Urwah, dari 'Aisyah ra.:
    Bahwa Rasulullah saw. bila merasa sakit beliau membaca sendiri
    'Al Mu'awwizaat'(Al Ikhlash, Al Falaq dan An-Naas) kemudian
    meniupkannya. Dan apabila rasa sakitnya bertambah aku yang
    membacanya kemudian aku usapkan ke tangannya mengharap
    keberkahan darinya.
    (Diriwayatkan oleh Bukhari) 

MACAM-MACAM HADIST

0 komentar
Bukhari meriwayatkan dalam kitab sahihnya dari Utsman r.a. bahwa Nabi Muhammad Saw bersabda:

 
"Sebaik-baik kalian adalah orang yang mempelajari Al Quran dan mengajarkannya".
  1. Dari Abu Umamah ra. dia berkata: Aku mendengar Rasulullah saw bersabda, "Bacalah Al Qur'an sesungguhnya ia akan datang di hari Kiamat menjadi syafaat (penolong) bagi pembacanya."
    (Riwayat Muslim)
  2. Dari Nawwas bin Sam'an ra. telah berkata: Aku mendengar Rasulullah saw. bersabda, "Di hari Akhirat kelak akan didatangkan Al Qur'an dan orang yang membaca dan mengamalkannya, didahului dengan surat Al Baqarah dan Surah Ali 'Imran, kedua-duanya menjadi hujjah (pembela) orang yang membaca dan mengamalkannya."
    (Riwayat Muslim)
  3. Dari Usman bin 'Affan ra. telah berkata: Rasulullah saw. bersabda, "Sebaik-baik manusia di antara kamu adalah orang yang mempelajari Al Qur'an dan mengajarkannya."
    (Riwayat Bukhari)
  4. Dari Aisyah ra. telah berkata: Rasulullah saw. bersabda, "Orang yang membaca Al Qur'an dengan terbata-bata karena susah, akan mendapat dua pahala."
    (Riwayat Bukhari & Muslim)
  5. Dari Abu Musa Al Asy'ari ra. telah berkata: Rasulullah saw.bersabda, "Perumpamaan orang mukmin yang membaca Al Qur'an seperti buah Utrujjah (sejenis limau), baunya harum dan rasanya sedap. Dan perumpamaan orang mukmin yang tidak membaca Al Qur'an seperti buah kurma, tidak ada baunya tapi rasanya manis.
    Dan perumpamaan orang munafik yang membaca Al Qur'an seperti Raihanah (jenis tumbuhan), baunya wangi tapi rasanya pahit.
    Dan perumpamaan orang munafik yang tidak membaca Al Qur'an seperti buah hanzhal (seperti buah pare), tidak berbau dan rasanya pahit.
    (Riwayat Bukhari & Muslim)
  6. Dari Umar bin al Khatthab ra. bahwa Nabi Muhammad saw. bersabda, "Sesungguhnya Allah mengangkat (martabat) sebagian orang dan merendahkan sebagian lainnya dengan sebab Al Qur'an."
    (Riwayat Muslim)
  7. Dari Ibnu Umar ra. dari Nabi Muhammad saw. telah bersabda, "Tidak boleh iri kecuali pada dua perkara: Laki-laki yang dianugerahi (kefahaman yang sahih tentang) Al Qur'an sedang dia membaca dan mengamalkannya siang dan malam, dan laki-laki yang dianugerahi harta sedang dia menginfakkannya siang dan malam."
    (Riwayat Bukhari & Muslim)
  8. Dari Barra' bin 'Azib ra. telah berkata: Seorang laki-laki membaca surat Al Kahfi dan di sisinya ada seekor kuda yang
    diikat dengan dua tali panjang, tiba-tiba ada awan melindunginya dan semakin mendekat dan kudanya menjauhinya. Pagi-paginya laki-laki itu mendatangi Nabi Muhammad saw. dan menceritakan peristiwa tersebut, maka beliau bersabda, "Itu adalah ketenangan yang turun karena Al Qur'an."
    (Riwayat Bukhari & Muslim)
  9. Dari Ibnu 'Abbas ra. beliau berkata: Rasulullah saw. bersabda, "Sesungguhnya orang yang tidak ada dalam dirinya sesuatu pun dari Al Qur'an laksana sebuah rumah yang runtuh."
    (Riwayat Tirmizi, beliau berkata: Hadits ini hasan sahih)
  10. Dari Abdullah bin 'Amru bin Al 'Ash ra. dari Nabi Muhammad saw. beliau bersabda, "Akan dikatakan kepada orang yang membaca Al Qur'an: Baca, tingkatkan dan perindah bacaanmu sebagaimana kamu memperindah urusan di dunia, sesungguhnya kedudukanmu pada akhir ayat yang engkau baca."
    (Riwayat Abu Daud dan Tirmizi, beliau berkata: Hadits ini hasan sahih)
  11. Dari 'Uqbah Bin 'Amir ra. berkata; Rasulullah saw. keluar dan kami berada di beranda masjid. Beliau bersabda: "Siapakah di antara kalian yang tiap hari ingin pergi ke Buthan atau 'Aqiq dan kembali dengan membawa dua ekor unta yang gemuk sedang dia tidak melakukan dosa dan tidak memutuskan hubungan silaturahmi?" Kami menjawab, "Kami ingin ya Rasulullah" Lantas beliau bersabda, "Mengapa tidak pergi saja ke masjid; belajar atau membaca dua ayat Al Qur'an akan lebih baik baginya dari dua ekor unta, dan tiga ayat lebih baik dari tiga ekor unta, dan empat ayat lebih baik dari empat ekor unta, demikianlah seterusnya mengikuti hitungan unta."
    (Riwayat Muslim)
  12. Dari Ibnu Mas'ud ra. bahawasanya Nabi Muhammad saw. bersabda, "Yang paling layak mengimami kaum dalam shalat adalah mereka yang paling fasih membaca Al Qur'an."
    (Riwayat Muslim)
  13. Dari Jabir bin Abdullah ra. bahawasnya; Ketika Nabi Muhammad saw. mengumpulkan dua mayat laki-laki diantara korban perang Uhud kemudian beliau bersabda, "Siapa diantara keduanya yang lebih banyak menghafal Al Qur'an?" dan ketika ditunjuk salah satunya beliau mendahulukannya untuk dimasukkan kedalam liang lahad.
    (Riwayat Bukhari, Tirmizi, Nasa'i & Ibnu Majah)
  14. Dari Imran bin Hushoin bahawa beliau melewati seseorang yang sedang membaca Al Qur'an kemudian dia berdoa kepada Allah lalu ia kembali membaca, lantas dia berkata aku pernah mendengar Rasulullah saw. bersabda, "Barangsiapa yang membaca Al Qur'an maka berdoalah kepada Allah dengan Al Qur'an karena sesungguhnya akan datang beberapa kaum yang membaca Al Qur'an dan orang-orang berdo'a dengannya."
    (Riwayat Tirmizi, beliau berkata : Hadits ini hasan)
  15. Dari Ibnu Mas'ud ra. ia berkata: Barangsiapa membaca satu huruf dari Al Qur'an maka baginya satu kebaikan, dan satu kebaikan sama dengan sepuluh pahala, aku tidak bermaksud 'Alif, Laam, Miim' satu huruf, melainkan Alif satu huruf, Laam satu huruf dan Miim satu huruf.
    (Riwayat Ad Darami dan Tirmizi, beliau berkata hadits ini hasan sahih) 
    http://c.1asphost.com/sibin/Alquran_Hadist.asp

PENGENALAN ILMU TAJWID

0 komentar

Mengenal Surat Al-Fatihah

0 komentar

Mengenal Surat Al-Fatihah

       Surat Al-Fatihah yang merupakan surat pertama dalam Al Qur’an dan terdiri dari 7 ayat adalah masuk kelompok surat Makkiyyah, yakni surat yang diturunkan saat Nabi Muhammad di kota Mekah. Dinamakan Al-Fatihah, lantaran letaknya berada pada urutan pertama dari 114 surat dalam Al Qur’an. Para ulama bersepakat bahwa surat yang diturunkan lengkap ini merupakan intisari dari seluruh kandungan Al Qur’an yang kemudian dirinci oleh surat-surat sesudahnya. Surat Al-Fatihah adalah surat Makkiyyah, yaitu surat yang diturunkan di Mekkah sebelum Rasulullah SAW hijrah ke Madinah. Surat ini berada di urutan pertama dari surat-surat dalam Al-Qur’an dan terdiri dari tujuh ayat. Tema-tema besar Al Qur’an seperti masalah tauhid, keimanan, janji dan kabar gembira bagi orang beriman, ancaman dan peringatan bagi orang-orang kafir serta pelaku kejahatan, tentang ibadah, kisah orang-orang yang beruntung karena taat kepada Allah dan sengsara karena mengingkari-Nya, semua itu tercermin dalam ekstrak surat Al Fatihah.

Nama Lain Surat Al Fatihah
          Surat Al Fatihah memiliki banyak nama. Di antaranya; Fatihatul Kitab (pembuka kitab/Al Qur’an). Karena Al Qur’an, secara penulisan dibuka dengan surat ini. Demikian pula dalam shalat, Al Fatihah sebagai pembuka dari surat-surat lainnya. Al Fatihah dikenal juga dengan sebutan As Sab’ul Matsani (tujuh yang diulang-ulang). Disebabkan surat ini dibaca berulang-ulang pada setiap raka’at dalam shalat. Dinamakan juga dengan Ummul Kitab. Karena di dalamnya mencakup pokok-pokok Al Qur’an, seperti aqidah dan ibadah. Menurut al-Qurtubhi surat al-Fatihah memiliki 12 nama, yakni al-salah (salat, doa), fatihatul kitab (induk alkitab), ummul kitab (induk al-Quran), al-matsani (berulang-ulang), al-quranul ‘azhim (al-Quran yang agung), asy-syifa (penawar, obat, penyembuh), ar-ruqyah (rukyah), al-asas (fondasi), al-wafiyah (yang menyeluruh, komprehensif), al-kafiyah (yang sempurna) dan al-fatihah (pembuka).
         Dari Abu Hurairah Radhiallahu Anhu berkata : telah bersabda Rasulullah SAW : Al-Hamdulillah (Al-Fatihah) adalah Ummul Qur’an, Ummul Kitab, As-Sabul Matsaani dan Al-Qur’anul Adhim. (HR. At-Tirmidzi dengan sanad sahih). Dinamakan dengan Ummul Kitab atau Umul Qur’an, yaitu induk Al-Qur’an, karena di dalamnya mencakup inti ajaran Al-Quran.

Membaca Al-Fatihah Adalah Rukun Shalat
          Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda yang artinya, “Tidak ada shalat bagi orang yang tidak membaca Fatihatul Kitab (Al Fatihah).” (HR. Bukhari dan Muslim dari Ubadah bin Shamit radhiyallahu ‘anhu). Dalam sabda yang lain beliau mengatakan yang artinya, “Barangsiapa yang shalat tidak membaca Ummul Qur’an (surat Al Fatihah) maka shalatnya pincang (khidaaj).” (HR. Muslim)

Al Fatihah Adalah Surat Paling Agung Dalam Al Quran
         Dari Abu Sa’id Rafi’ Ibnul Mu’alla radhiyallahu ‘anhu, beliau mengatakan: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata kepadaku, “Maukah kamu aku ajari sebuah surat paling agung dalam Al Quran sebelum kamu keluar dari masjid nanti?” Maka beliau pun berjalan sembari menggandeng tanganku. Tatkala kami sudah hampir keluar maka aku pun berkata; Wahai Rasulullah, Anda tadi telah bersabda, “Aku akan mengajarimu sebuah surat paling agung dalam Al Quran?” Maka beliau bersabda, “(surat itu adalah) Alhamdulillaahi Rabbil ‘alamiin (surat Al Fatihah), itulah As Sab’ul Matsaani (tujuh ayat yang sering diulang-ulang dalam shalat) serta Al Quran Al ‘Azhim yang dikaruniakan kepadaku.” (HR. Bukhari, dinukil dari Riyadhush Shalihin cet. Darus Salam, hal. 270)
         Al-Fatihah adalah surat yang paling utama. Dari Anas bin Malik ra. berkata: Tatkala Nabi saw dalam sebuah perjalanan lalu turun dari kendaraannya, turun pula seorang lelaki di samping beliau. Lalu Nabi menoleh ke arah lelaki tersebut kemudian berkata: “Maukah kamu aku beritahukan surat yang paling utama di dalam al-Quran? Anas berkata: Kemudian Nabi saw membacakan ayat ‘segala puji bagi Allah Tuhan semesta alam.’
        Al-Fatihah dapat digunakan untuk meruqyah. Dari Abi Sa’id al-Khudry dan Abu Hurairah ra (keduanya) berkata: “Rosulullah saw bersabda, surat pembuka al-Kitab dapat menyembuhkan dan menawarkan racun.” Mengucapkan amin akan menghapus dosa-dosa. Dari Abu Hurairah ra., Sesungguhnya Nabi saw bersabda: “Jika imam mengucapkan ‘ghoiril magdhubi ‘alaihim waladh dhallin’, maka sambutlah dengan ucapan ‘amin’, karena para malaikatpun mengucapkan ‘amin’ dan sesungguhnya imampun mengucapkan ‘amin’ pula. Maka barang siapa yang ucapan ‘amin’-nya sesuai dengan ucapan malaikat, akan diampuni dosa-dosanya yang terdahulu.
         Allah tidak pernah menurunkan dalam Taurat dan Injil yang seperti surat Al-Fatihah. (HR. At-Tirmidzi dengan sanad sahih). Al-Fatihah adalah Ruqyah, yaitu jampi-jampi untuk mengobati penyakit. (HR. Bukhari). Shalat tidak sah tanpa membaca Al-Fatihah. (HR. Muslim dan An-Nasa’i).
        Al-Fatihah adalah dialog hamba dengan Allah Taa’la. (HR. Muslim dan An-Nasa?i). Dari Abu Hurairah r.a dari Rasulullah SAW bersabda: Barangsiapa shalat yang tidak membaca di dalamnya Ummul Qur’an (Al-Fatihah) maka shalatnya tidak sempurna (Rasulullah SAW mengulanginya tiga kali).
        Lalu ditanyakan kepada Abu Hurairah r.a : Bagaimana apabila kita dibelakang imam. Abu Hurairah r.a menjawab: Bacalah (Al-Fatihah) dalam dirimu, karena sesungguhnya aku pernah mendengar Rasulullah SAW bersabda: Allah Azza wa Jalla berfirman: Aku membagi shalat (Al-Fatihah) antara Aku dengan hambaKu menjadi dua bagian dan bagi hambaKu apa yang dia minta.
        Apabila dia (hamba) mengucapkan: Segala puji hanya bagi Allah, Tuhan sekalian alam. Allah Taa’la menjawab: Hambaku memujiKu.Dan apabila dia (hamba) mengucapkan: Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. Allah Taa’la menjawab: HambaKu menyanjung-nyanjungKu. Dan apabila dia (hamba) mengucapkan: Yang menguasai hari pembalasan.
          Allah Taa’la menjawab: HambaKu mengagung-agungkanKu. Dan apabila dia (hamba) mengucapkan: Hanya kepada Engkaulah kami menyembah dan hanya kepada Engkaulah kami mohon pertolongan. Allah Taa’la menjawab: Ini adalah antara Aku dengan hambaKu dan bagi hambaKu apa yang dia minta. Dan apabila dia (hamba) mengucapkan: Tunjukilah kami jalan yang lurus, (yaitu) jalan orang-orang yang telah Engkau anugerahkan nikmat kepada mereka; bukan jalan mereka yang dimurkai dan bukan pula jalan mereka yang sesat. Allah Taa’la menjawab: Ini adalah untuk hambaKu dan bagi hambaKu apa yang dia minta. (HR. Muslim dan An-Nasai).

Asbabun Nuzul (Sebab-sebab turunnya) surat Al-Fatihah
        Sebagaimana diriwatkan oleh Ali bin Abi Tholib mantu Rosulullah Muhammad saw: “Surat al-Fatihah turun di Mekah dari perbendaharaan di bawah ‘arsy’”
        Riwayat lain menyatakan, Amr bin Shalih bertutur kepada kami: “Ayahku bertutur kepadaku, dari al-Kalbi, dari Abu Salih, dari Ibnu Abbas, ia berkata: “Nabi berdiri di Mekah, lalu beliau membaca, Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang, Segala puji bagi Allah Tuhan Semesta Alam. Kemudian orang-orang Quraisy mengatakan, “Semoga Allah menghancurkan mulutmu (atau kalimat senada).”
         Dari Abu Hurairah, ia berkata, “Rosulullah saw. bersabda saat Ubai bin Ka’ab membacakan Ummul Quran pada beliau, “Demi zat yang jiwaku ada di tangan-Nya, Allah tidak menurunkan semisal surat ini di dalam Taurat, Injil, Zabur dan al-Quran. Sesungguhnya surat ini adalah as-sab’ul matsani (tujuh kalimat pujian) dan al-Quran al-’Azhim yang diberikan kepadaku.”
 
sumber: http://www.elfawaz.com/

Asbabun Nuzul - Ilmu Al-Qur'an

0 komentar
Asbabun Nuzul - Ilmu Al-Qur'an
Al-Qur'an sebagai kitab utama, mengandung ilmu yang sangat dalam. Untuk megupasnya diperlukan seorang penyelam tangguh untuk mengambil harta yang ada di dasarnya. 
Ilmu tafsir bisa mendorong kita untuk mengetahui ilmu-ilmu Al-Qur'an sedikit mendalam, serta mendorong kita untuk mengetahui hal-hal yang menunjang pemahaman Al-Qur'an yang mulia ini, berupa usaha yang maksimal, kesungguhan yang optimal pembahasan yang mendalam. Kesemuanya itu harus dicurahkan dalam rangka studi di Al-Qur'an yang mulia. Betapa usaha para guru besar yang ternama dan Ulama yang terkenal, dimana mereka telah menghabiskan usia demi terjaminnya pemikiran atas wahyu yang murni sebagai pedoman/undang-undang yang berharga, sejak awal diturunkannya Al-Qur'an sampai saat kini.
Mereka pulang ke rahmatulah dengan meninggalkan kekayaan ilmu pengetahuan yang melimpah ruah untuk kita, yang sumbernya tak akan kering dan mutiaranya yang tak akan habis di sepanjang masa. Namun, sekalipun dengan penuh kesungguhan telah mereka curahkan (dari dahulu hingga sekarang), sungguh Al-Qur'an tetap merupakan lautan yang dalam dimana memerlukan penyelam yang terjun ke dalamnya untuk dapat mengambil mutiara dan permata dari dasarnya.
Para pujangga, sastrawan, cendekiawan dan penyair telah berlomba dalam mengomentari Al-Qur'an dengan mengemukakan keindahan dan kelebihannya. Rasanya kami belum menemui keterangan yang indah dan bernilai tinggi selain dari gambaran yang dibawakan oleh Muhammad (Rasulullah) ibnu Abdillah SAW. sebagal pembawa risalah, dimana beliau bersabda: "(Inilah) kitab Allah (Al-Qur'an), yang di dalamnya tertera berita/catatan sejarah jaman masa lampau (orang-orang yang sebelum kamu) dan gambaran jaman masa mendatang serta ketentuan tentang sesamamu. Ia adalah pemisah (hak dan batil) yang bukan dongeng (sandiwara). Siapa saja yang meninggalkannya niscaya akan rusak binasa dan siapa yang berpedoman dengan lainnya, niscaya akan sesat. Ia adalah petunjuk Allah yang paten, peringatan yang luas dan jalan yang lurus. Dengan berpedoman padanya hawa nafsu tak akan menyeleweng dan ucapan tidak akan bercampur baur.
Dalam menggali isinya ulama tidak merasa kenyang atau bosan bahkan sebaliknya. Keindahannya takkan hilang lantaran sering dibaca dan diulang, serta keajaiban-keajaibannya tak akan terputus. Ia adalah suatu bacaan dimana para jin tak terhenti mengagumi manakala mendengarnya, sehingga dikalangan mereka ada yang mengatakan: "Kami telah mendengarkan bacaan (Al-Qur'an) yang sungguh menakjubkan dan memberi petunjuk ke jalan yang benar karena itu kami beriman kepadanya." Barangsiapa berkata berpijak kepadanya niscaya tepat, barangsiapa yang mengamalkan isinya niscaya akan diberi jasa imbalan. Barangsiapa menetapkan hukum berdasarkan atasnya niscaya akan adil. Dan barangsiapa mengajak orang lain untuk berpegang kepadanya niscaya akan diberi petunjuk ke jalan yang lurus".
Apa yang dimaksud dengan Ilmu Al-Qur'an
Yang dimaksud dengan ilmu Al-Qur'an adalah seluruh pembahasan yang berbubungan dengan Al-Qur'anul Majid yang abadi, baik dari segi penyusunannya, pengumpulnnnya, sistimatikanya, perbedaan antara surat Makiyah dan Madaniyah, pengetahuan tentang nasikh dan mansukh, pembahasan tentang ayat-ayat yang muhkamat dan mutasyabihat, serta pembahasan-pembahasan lain yang berhubungan dan ada sangkut pautnya dengan Al-Qur'anul 'Azhim.
Adapun tujuan dari study ilmu ini ialah:
1. Agar dapat memahami Kalam Allah 'Azza Wajala, sejalan dengan keterangan dan penjelasan dari Rasul SAW, serta sejalan pula dengan keterangan yang dikutip oleh para sahabat dan thabi'in tentang interpretasi mereka prihal Al-Qur'an.
2. Agar mengetahui cara dan gaya yang dipergunakan oleh para mufassir (ahli tafsir) dalam menafsirkan Al-Qur'an dengan disertai sekedar penjelasan tentang tokoh-tokoh ahli tafsir yang ternama serta kelebihan-kelebihannya.
3. Agar mengetahui persyaratan-persyaratan dalam menafsirkan Al-Qur'an.
4. Dan ilmu-ilmu lain yang dibutuhkan untuk itu.
Definisi Al-Qur'an
Al-Qur'an adalah Kalam Allah yang tiada tandingannya (mu'jizat), diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW penutup para Nabi dan Rasul, dengan perantaraan Malaikat Jibril alaihis salam, ditulis dalam mushhaf-mushhaf yang disampaikan kepada kita secara mutawatir (oleh orang banyak), serta mempelajarinya merupakan suatu ibadah, dimulai dengan surat Al-Fâtihah dan ditutup dengan surat An-Nâs.
Definisi tersebut telah disepakati oleh para Ulama dan Ahli ushul. Allah menurunkan Al-Qur'an adalah untuk menjadi undang-undang bagi ummat manusia dan petunjuk serta sebagai tanda atas kebenaran Rasul dan penjelasan atas kenabian dan kerasulannya, juga sebagai alasan (hujjah) yang kuat di hari Kemudian dimana akan dinyatakan bahwa Al-Qur'an itu benar-benar diturunkan dari Dzat Yang Maha Bijaksana lagi Terpuji. Nyatalah bahwa Al-Qur'an adalah mu'jizat yang abadi yang menundukkan semua generasi dan bangsa sepanjang masa. Dalam hal ini Syauqy mengemukakan:
    Para Nabi dahulu datang membawa ayat dan hilang sedang engkau datang membawa kitab abadi, ayat-ayatnya tetap baru, meski masa telah berlalu dihias dengan keindahan asli abadi dan nurani
http://www.abatasa.com/pustaka/detail/ilmu-tafsir/82/
     

Sabtu, 14 Mei 2011

10 Sahabat Rasulullah yang DIJAMIN Masuk Surga

0 komentar

10 Sahabat Rasulullah yang DIJAMIN Masuk Surga


09_Aqua Dan orang-orang yang terdahulu lagi yang petama-tama (masuk Islam) di antara orang-orang Muhajirin dan Anshar dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik, Allah ridho kepada mereka dengan mereka dan mereka ridho kepada Allah. Allah menyediakan bagi mereka surga-surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai. Mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Itulah kemenangan yang agung. (Qs At-Taubah : 100)
Berikut ini 10 orang sahabat Rasul yang dijamin masuk surga (Asratul Kiraam) :
1. Abu Bakar Siddiq ra.
Beliau adalah khalifah pertama sesudah wafatnya Rasulullah Saw. Selain itu Abu bakar juga merupakan laki-laki pertama yang masuk Islam, pengorbanan dan keberanian beliau tercatat dalam sejarah, bahkan juga didalam Quran (Surah At-Taubah ayat ke-40) sebagaimana berikut :
Jikalau tidak menolongnya (Muhammad) maka sesungguhnya Allah telah menolongnya (yaitu) ketika orang-orang kafir (musyrikin Mekah) mengeluarkannya (dari Mekah) sedang dia salah seseorang dari dua orang (Rasulullah dan Abu Bakar) ketika keduanya berada dalam gua, diwaktu dia berkata kepada temannya: Janganlah berduka cita, sesungguhya Allah bersama kita. Maka Allah menurunkan ketenangan kepada (Muhammad) dan membantunya dengan tentara yang kamu tidak melihatnya, dan Allah menjadikan seruan orang-orang kafir itulah yang rendah. Dan kalimat Allah itulah yang tinggi. Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.
Abu Bakar Siddiq meninggal dalam umur 63 tahun, dari beliau diriwayatkan 142 hadiets.
2. Umar Bin Khatab ra.
Beliau adalah khalifah ke-dua sesudah Abu Bakar, dan termasuk salah seorang yang sangat dikasihi oleh Nabi Muhammad Saw semasa hidupnya. Sebelum memeluk Islam, Beliau merupakan musuh yang paling ditakuti oleh kaum Muslimin. Namun semenjak ia bersyahadat dihadapan Rasul (tahun keenam sesudah Muhammad diangkat sebagai Nabi Allah), ia menjadi salah satu benteng Islam yang mampu menyurutkan perlawanan kaum Quraish terhadap diri Nabi dan sahabat. Dijaman kekhalifaannya, Islam berkembang seluas-luasnya dari Timur hingga ke Barat, kerajaan Persia dan Romawi Timur dapat ditaklukkannya dalam waktu hanya satu tahun. Beliau meninggal dalam umur 64 tahun karena dibunuh, dikuburkan berdekatan dengan Abu Bakar dan Rasulullah dibekas rumah Aisyah yang sekarang terletak didalam masjid Nabawi di Madinah.
3. Usman Bin Affan ra.
Khalifah ketiga setelah wafatnya Umar, pada pemerintahannyalah seluruh tulisan-tulisan wahyu yang pernah dicatat oleh sahabat semasa Rasul hidup dikumpulkan, kemudian disusun menurut susunan yang telah ditetapkan oleh Rasulullah Saw sehingga menjadi sebuah kitab (suci) sebagaimana yang kita dapati sekarang. Beliau meninggal dalam umur 82 tahun (ada yang meriwayatkan 88 tahun) dan dikuburkan di Baqi.
4. Ali Bin Abi Thalib ra.
Merupakan khalifah keempat, beliau terkenal dengan siasat perang dan ilmu pengetahuan yang tinggi. Selain Umar bin Khatab, Ali bin Abi Thalib juga terkenal keberaniannya didalam peperangan. Beliau sudah mengikuti Rasulullah sejak kecil dan hidup bersama Beliau sampai Rasul diangkat menjadi Nabi hingga wafatnya. Ali Bin Abi Thalib meninggal dalam umur 64 tahun dan dikuburkan di Koufah, Irak sekarang.
5. Thalhah Bin Abdullah ra.
Masuk Islam dengan perantaraan Abu Bakar Siddiq ra, selalu aktif disetiap peperangan selain Perang Badar. Didalam perang Uhud, beliaulah yang mempertahankan Rasulullah Saw sehingga terhindar dari mata pedang musuh, sehingga putus jari-jari beliau. Thalhah Bin Abdullah gugur dalam Perang Jamal dimasa pemerintahan Ali Bin Abi Thalib dalam usia 64 tahun, dan dimakamkan di Basrah.
6. Zubair Bin Awaam
Memeluk Islam juga karena Abu Bakar Siddiq ra, ikut berhijrah sebanyak dua kali ke Habasyah dan mengikuti semua peperangan. Beliau pun gugur dalam perang Jamal dan dikuburkan di Basrah pada umur 64 tahun.
7. Saad bin Abi Waqqas
Mengikuti Islam sejak umur 17 tahun dan mengikuti seluruh peperangan, pernah ditawan musuh lalu ditebus oleh Rasulullah dengan ke-2 ibu bapaknya sendiri sewaktu perang Uhud. Meninggal dalam usia 70 (ada yang meriwayatkan 82 tahun) dan dikuburkan di Baqi.
8. Said Bin Zaid
Sudah Islam sejak kecilnya, mengikuti semua peperangan kecuali Perang Badar. Beliau bersama Thalhah Bin Abdullah pernah diperintahkan oleh rasul untuk memata-matai gerakan musuh (Quraish). Meninggal dalam usia 70 tahun dikuburkan di Baqi.
9. Abdurrahman Bin Auf
Memeluk Islam sejak kecilnya melalui Abu Bakar Siddiq dan mengikuti semua peperangan bersama Rasul. Turut berhijrah ke Habasyah sebanyak 2 kali. Meninggal pada umur 72 tahun (ada yang meriwayatkan 75 tahun), dimakamkan di baqi.
10. Abu Ubaidillah Bin Jarrah
Masuk Islam bersama Usman bin Mathuun, turut berhijrah ke Habasyah pada periode kedua dan mengikuti semua peperangan bersama Rasulullah Saw. Meninggal pada tahun 18 H di urdun (Syam) karena penyakit pes, dan dimakamkan di Urdun yang sampai saat ini masih sering diziarahi oleh kaum Muslimin.


http://sugartomat.blogspot.com/2009/02/10-sahabat-rasulullah-yang-dijamin.htm